Minggu, November 18, 2018

Vol. 4, No. 2 (2017)

Indo. J. Phar. Scie. Tech. Vol. 4, No. 2, 42-78 (2017).
https://doi.org/10.15416/ijpst.v4i2

Halaman Sampul


DAYA ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) TERHADAP PEREAKSI DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)

Mauizatul Hasanah, Bella Maharani, Ensiwi Munarsih

Abstrak

Radikal bebas memiliki efek menyebabkan terjadinya kerusakan sel dalam tubuh sebagai pemicu berbagai penyakit. Antioksidan diketahui memiliki kemampuan untuk meredam radikal bebas. Telah dilakukan penelitian potensi aktivitas antioksidan dari ekstrak kental dan fraksi daun kopi robusta (Coffea robusta). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70 % selama 3 x 5 hari pada suhu ruangan, diperoleh ekstrak kental dengan rendemen 15,9 % b/b. Fraksinasi dilakukan dengan pelarut berdasarkan perbedaan kepolaran diperoleh fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air. Uji antioksidan menggunakan alat Spektrofotometer Uv-Vis dengan metode penghambatan radikal bebas DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) terhadap ekstrak kental dan fraksi n-heksan, etil asetat dan air pada beberapa konsentrasi, yaitu 100 ppm, 80 ppm, 60 ppm, 40 ppm, 20 ppm. Hasil penelitian menunjukkan penghambatan radikal bebas (% Inhibisi) ekstrak dan fraksi meningkat sesuai peningkatan konsentrasi uji. Nilai % Inhibisi ekstrak kental, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air, pada konsentrasi 100 ppm berturut-turut adalah 93,7 %, 95,56 %, 69,54 % dan 61,28 %. Hasil perhitungan IC50 yang diperoleh untuk ekstrak kental adalah 43,83 ppm, fraksi n-heksan adalah 38,32 ppm, fraksi etil asetat adalah 37,07 ppm dan fraksi air adalah 73,62 ppm.

[collapse]

| Full HTML | PDF | 42-49|


Uji Cemaran Air Minum Masyarakat Sekitar Margahayu Raya Bandung Dengan Identifikasi Bakteri Escherichia coli

Susi Afrianti Rahayu, Muhammad Hidayat Gumilar
Abstrak

Air merupakan kebutuhan manusia yang paling penting. Agar tetap sehat, air minum harus
memenuhi persyaratan fisik, kimia maupun bakteriologis. Penelitian ini bertujuan untuk
memeriksa cemaran Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Air Minum Isi Ulang (AMIU), dan
air dengan alat Pemurnian (Purrified) di masyarakat sekitar jalan Merkuri Timur, Margahayu Raya Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi bakteri Escherichia coli pada air minum. Metode tersebut menggunakan angka lempengan total (ALT), Pewarnaan Gram, Pewarnaan Kapsul, Pewarnaan Tahan Asam, Uji Indol, Metil Merah, Voges Proskauer, Sitrat (IMViC) dan uji fermentasi gula. Dari 5 sampel yang diuji, ke-5 sampel tersebut tidak memenuhi syarat menurut SNI serta PERMENKES karena mengandung jumlah bakteri yang melebihi batas maksimal yaitu 1,0 x 102 untuk cemaran mikroba dan 0 koloni/g (per 100 ml sampel) untuk bakteri Escherichia coli . Dari 5 sampel tersebut 2 sampel teridentifikasi bakteri Escherichia coli sementara 3 sampel lainnya mengandung bakteri koliform yang lain.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 50-56 |


THE EFFECT OF EXTRACTION CONDITION ON THE POLYPHENOL CONTENT AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF Curcuma zedoaria (Christm.) ROSCOE RHIZOME
Lia Marliani
Abstrak

White turmeric (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) is one of Indonesian herbal medicine. The extraction process to get polyphenol compound from natural product was influenced by some factor such as solvent, temperature, time, and method of extraction. The objective of this study was to determine the significant factor of extraction that is solvent, temperature and time of extraction on the polyphenol content and antioxidant activity of white turmeric (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) rhizome. Extraction was done by dynamic maceration method with variations (23 factor variable design) of solvent (ethanol 96% and water), temperature (25°C and 70°C), time (6 and 24 hours). The method of analysis of polyphenol content using Folin Ciocalteu reagent, and the antioxidant activity using DPPH free radical reduction method. The experiment design and data analysis using Design-Expert® Software Version 10. The result showed that extraction using ethanol 96% at 70°C for 24 hours was gave high polyphenol content and antioxidant activity. Data analysis was showed that polyphenol content and antioxidant activity was influenced only by solvent of extraction. This study indicated that solvent is significant extraction factor for polyphenol content and antioxidant activity of white turmeric (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) rhizome.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 57-63 |


POTENSI LIMBAH KULIT JERUK NIPIS (Citrus auronfolia) SEBAGAI INHIBITOR TIROSINASE

Siti Hindun1 , Taofik Rusdiana1 , Marline Abdasah1 , Reti Hindritiani2
Abstrak

Hiperpigmentasi merupakan kelainan kulit wajah yang umum terjadi, terutama karena adanya peningkatan melanogenesis, dengan gambaran berupa warna kulit menjadi hitam atau coklat kehitaman. Kelainan ini terdapat pada beberapa macam penyakit kulit diantaranya melasma, melanoderma paska inflamasi, lentigo solaris dan freckles. Salah satu prinsip penanganan hiperpigmentasi yaitu menghambat sintesis melanin yang dapat dilakukan dengan menggunakan agen depigmentasi yang mekanisme kerjanya menghambat aktivitas enzim tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi kulit jeruk nipis sebagai inhibitor tirosinase. Kulit jeruk nipis diektraksi dengan etanol 96 %, identifikasi flavonoid, menghitung flavonoid total, kemudian diuji inhibisi tirosinase menggunakan instrumen microplate reader (ELISA). Hasil penelitian ekstrak kulit jeruk mengandung flavonid, dengan total flavonid totalnya 0,667 % b/b dan inhibition concentration (IC) 50 42,11 mg/mL, Kulit jeruk berpotensi sebagai inhibisi tirosinase.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 64-69 |


AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK dan FRAKSI KULIT BATANG
TRENGGULI (Cassia fistula L) DENGAN METODE DPPH
Aji Najihudin, Anis Chaerunisaa, Anas Subarnas
Abstrak

Kulit batang trengguli (Cassia fistula L) mengandung senyawa yang bersifat antioksidan yang dapat ditentukan dengan metode peredaman radikal bebas 1,1-Difenil-2- Pikrilhidrazil (DPPH). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya peredaman radikal bebas DPPH oleh ekstrak etanol kulit batang trengguli (EEKBT), fraksi Etil asetat (FEAKBT), fraksi n- Heksan (FnHKBT), fraksi air (FAKBT) dan vitamin C sebagai pembanding. Identifikasi golongan senyawa dilakukan dengan penapisan fitokimia. Fraksinasi dilakukan dengan metode ekstraksi cair-cair dengan tingkat kepolaran yang berbeda. Aktivitas antioksidan dilakukan dengan peredaman warna radikal bebas DPPH menggunakan spektrofotometri UV- Vis. Penelitian menunjukkan bahwa Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling baik dengan nilai IC50 3,980 μg/ml dibandingkan vitamin C 4,716 μg/ml. Sedangkan nilai IC50 ekstrak etanaol, fraksi n-heksan, fraksi air adalah 10,613 μg/ml, 38,904 μg/ml dan 7,636 μg/ml terhadap peredaman warna DPPH.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 70-78 |