Kamis, Juli 19, 2018

Vol. 3, No. 3 (2016)

Indo. J. Phar. Scie. Tech. Vol. 3, No. 3, 78-118 (2016).
http://dx.doi.org/10.15416/ijpst.v3i3


Evaluasi Fisikokimia Pati Canna indica L Modifikasi Esterifikasi dan Hidrolisis Asam
Arlina Prima Putri, Trini Octari, Nur Annisa, Amila Gadri, Hilda Aprilia
Abstrak

Pati dan turunnya memiliki ruang lingkup pemanfaatan yang sangat luas dalam berbagai bidang, keterbatasan aplikasinya terutama akibat kekurangan sifat fisikokimianya. Ada sejumlah metode modifikasi yang dapat dilakukan untuk menghasilkan pati dengan karakteristik yang diinginkan, diantaranya modifikasi dengan hidrolisis asam dan esterifikasi. Pati Canna indica L dihidrolisis menggunakan asam klorida dan untuk penambahan gugus ester digunakan asam asetat. Kedua proses konversi mempengaruhi karakteristik pati dengan mengubah kelarutan, sifat alir, daya pengembangan, rasio amilosa dan kestabilan termal dengan nilai yang berbeda-beda.

[collapse]

| Full HTML | PDF | 78-82 |


Pemanfaatan Selulosa Dari Limbah Jerami Padi (Oryza sativa) Sebagai Bahan Bioplastik
Rimadani Pratiwi, Driyanti Rahayu, Melisa Intan Barliana
Abstrak

Jerami padi (Oryza sativa) memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Selulosa merupakan biopolimer alami yang dapat digunakan sebagai bahan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah selulosa dari limbah jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bioplastik dan bagaimana karakterisasi bioplastik yang dihasilkan dari limbah jerami padi tersebut. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu preparasi bahan, pembuatan pulp, pembuatan bioplastik dengan metode inversi fasa dengan variasi jumlah kitosan dan pulp selulosa  3:10, 4:10, dan 5:10, serta karakterisasi bioplastik. Bioplastik yang dihasilkan dari berbagai perbandingan pulp selulosa dan kitosan memiliki karakterisitik yang berbeda-beda. Analisis morfologi menunjukkan bahwa bioplastik yang terbentuk belum homogen dan pada analisis gugus fungsi, tidak ditemukan adanya gugus fungsi baru dalam bioplastik dibandingkan terhadap gugus fungsi yang ada pada bahan pembentuknya. Nilai penyerapan air  pada bioplastik dengan perbandingan kitosan dengan pulp selulosa 3:10, 4:10 dan 5:10 adalah 154.65%, 119. 21%, dan 93.873 % . Hasil pengujian sifat mekanik yaitu kuat tarik secara berturut-turut adalah 4.2 MPa, 13.8 MPa, dan  4,1 MPa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selulosa dari limbah jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bioplastik.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 83-91 |


Uji Aktivitas Antibakteri Pigmen Karotenoid Dari Bakteri Simbion Karang Lunak Sarcophyton sp. Terhadap Pertumbuhan Bakteri Patogen Staphylococcus aureus ATCC 25923
Awang Surya Wiguna, Lia Kusmita, Ocky Karna Radjasa
Abstrak

Mikroba penghasil antibiotik dapat berupa fungi maupun bakteri yang bersimbiosis pada organisme lain. Pigmen karotenoid dari bakteri simbion karang lunak merupakan mikroorganisme yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak pigmen karotenoid dari bakteri simbion karang lunak Sarcophyton sp. terhadap pertumbuhan bakteri patogen Staphylococcus aureus ATCC 25923 serta mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri ekstrak pigmen karotenoid pada konsentrasi 0,5 %, 0,75 %, dan 1 % dengan metode sumuran. Bakteri yang menghasilkan pigmen karotenoid dibiakkan dan diidentifikasi dengan mengisolasi DNA untuk dilakukan PCR dan mensequen hasilnya. Hasil penelitian aktivitas antibakteri dengan rata – rata diameter zona hambat pada konsentrasi 0,5 % sebesar 0,678 cm, konsentrasi 0,75 % sebesar 0,978 cm, konsentrasi 1 % sebesar 1,416 cm serta diameter zona hambat kontrol positif amoksisilin trihidrat sebesar 1,875 cm.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 92-98 |


Karakterisasi Carboxymethyl Cellulose Sodium (Na-CMC) dari Selulosa Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) yang Tumbuh di Daerah Jatinangor dan Lembang
Wiwiek Indriyati, Rembulan Kusmawati, Sriwidodo Sriwidodo, Aliya Nur Hasanah, Ida Musfiroh
Abstrak

Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) berpotensi sebagai sumber bahan baku pembuatan carboxymethyl cellulose sodium (Na-CMC) karena memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik Na-CMC serta mengetahui signifikansi perbedaan parameter WHC (Water Holding Capacity) dan OHC (Oil Holding Capacity) dari Na CMC yang disintesis dari selulosa eceng gondok yang tumbuh di Jatinangor dan Lembang. Dilakukan isolasi α-selulosa menggunakan natrium hidroksida 30%,  sintesis Na-CMC melalui tahap alkalinasi menggunakan natrium hidroksida 40% dan karboksimetilasi dengan natrium monokloroasetat; penambahan crosslinker epiklorohidrin; dan karakterisasi Na-CMC berdasarkan Farmakope Indonesia, dan JECFA. Diperoleh rendemen α-selulosa hasil isolasi dari eceng gondok Jatinangor sebesar 20,80% dan Lembang sebesar 18,60% dengan kadar α-selulosa masing-masing 76,53% dan 71,35%; hasil sintesis diperoleh rendemen Na-CMC sebesar 96,87% dan 85,03%; penambahan crosslinker menghasilkan rendemen Na-CMC sebesar 439,14% dan 221,81%. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa Na-CMC telah memenuhi persyaratan organoleptis, kelarutan, foam test, pembentukan endapan, viskositas dan kandungan logam berat. Beberapa parameter lain seperti susut pengeringan, kandungan natrium dan derajat substitusi belum memenuhi persyaratan, namun mempunyai nilai yang lebih baik dibandingkan dengan Na-CMC baku. Uji statistika komparatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada nilai WHC namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai OHC dari Na-CMC hasil sintesis dari tanaman eceng gondok yang tumbuh di Jatinangor dan Lembang.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 99-110 |


Pengaruh Jenis Penyalut Terhadap Stabilitas Likopen Dalam Bentuk Sediaan Mikrokapsul
Amila Amila, Cepy Hadiansyah, Yukeu Fazriah, Fitrianti Darusman, Indra Topik
Abstrak

Berbagai penelitian membuktikan bahwa likopen dapat menurunkan resiko berbagai penyakit seperti gangguan kardiovaskular, diabetes,  hiperkolesterolemia dan kanker. Akan tetapi, likopen sangat mudah mengalami reaksi isomerisasi dan oksidasi selama proses pengolahan maupun penyimpanan karena memiliki banyak ikatan tak jenuh, sehingga aktivitasnya jadi menurun. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan stabilitas likopen dilakukan teknik mikroenkapsulasi. Tujuan dari penelitan ini adalah mengetahui pengaruh jenis penyalut terhadap stabilitas likopen hasil mikroenkapsulsi dengan metode spray dry. Jenis penyalut yang digunakan adalah Hidroksi propil β-siklodekstrin (M1) dan kombinasi Whey protein-Maltodekstrin (M2). Mikrokapsul yang diperoleh dievaluasi meliputi Efisiensi Enkapsulasi (EE), kandungan lembab dan sifat organolpetis, lalu dilanjutkan dengan pengujian stabilitas pada suhu kamar dengan dua kondisi yang berbeda yaitu  terpapar cahaya dan tidak terpapar cahaya. Hasil evaluasi menunjukan nilai EE untuk M1 dan M2 adalah 7,6 % dan 8,2 %, Kandungan lembab 5,4 % (M1) dan 5,09% (M2), dan semua formula menunjukan sifat organolpetis yang hampir sama yaitu berbentuk serbuk berwarna jingga dengan bau khas. Hasil uji stablitas menunjukan bahwa baik M1 maupun M2 tidak mengalami penurunan kadar selama 4 minggu penyimpanan pada tempat tidak terpapar cahaya, sedangkan pembanding dalam bentuk serbuk likopen bebas mengalami penurunan kadar sebesar 40,9%. Pada penyimpanan terpapar cahaya M1 dan M2 mengalami penurunan kadar masing masing sebesar 48,7% dan 43,37%, sedangkan pembanding 96,75%. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa kedua jenis penyalut tidak mempengaruhi stabilitas likopen dalam bentuk mikrokapsul.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 111-118 |