Rabu, September 26, 2018

Vol. 3, No. 2

Indo. J. Phar. Scie. Tech. Vol. 3, No. 2, 38-77 (2016).
http://dx.doi.org/10.15416/ijpst.v3i2


Optimasi Kondisi Pemisahan Glibenklamid Kombinasi Metformin dengan KCKT-SPE MIP Akrilamid
Aliya Nur Hasanah
Abstrak

Telah dilakukan dan divalidasi metode analisis glibenklamid dalam plasma menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi fase terbalik dengan pretreatment menggunakan SPE C-18 dan SPE-MIP monomer akrilamid. 1 mL metanol dan 1 mL akuabides digunakan sebagai conditioning agent, 1 mL metanol 5% dalam akuabides digunakan sebagai washing agent, dan 1 mL asetonitril digunakan sebagai eluting agent. Hasil ekstraksi dianalisis menggunakan kolom C18 (Shimadzu) 150 x 4,6 mm, ukuran partkel 5 µm, fase gerak 55:45  v/v asetonitril dan triflouro acid 0,1% dengan kecepatan alir 1 mL/menit, deteksi dilakukan pada 227 nm dengan standar internal gliklazid. Metode analisis divalidasi berdasarkan parameter linieritas, presisi, akurasi, selektivitas/spesifisitas, Limit of Detection (LOD), Limit of Quantification (LOQ) dan kesesuaian sistem. Dapat disimpulkan bahwa metode analisis yang digunakan memiliki validitas sesuai dengan yang dipersyaratkan dan SPE-MIP monomer akrilamid memberikan hasil ekstrasi yang lebih optimal dibandingkan dengan SPE C-18.

[collapse]

| Full HTML | PDF | 38-46 |


Penentuan Kadar Minyak Atsiri Kulit Jeruk Sunkist (Citrus sinensis L. Osbeck) sebagai Alternatif Peluruh Sterofoam Alami
Annisa Eka Fitrianti, Yockie Dheafithraza, Nadhira Handayani, Nadiya N Afifah, Siti Mariyam
Abstrak

Sterofoam banyak digunakan di segala bidang namun sifatnya yang sulit untuk diurai menjadikannya sebagai salah satu limbah abadi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kandungan limonene dari kulit jeruk sunkist (Citrus sinensis L. Osbeck) terbukti mampu meluruhkan sterofoam dengan hasil yang cukup banyak, namun belum ditetapkan kadar yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar minyak atsiri kulit jeruk sunkist terkecil yang masih efektif untuk meluruhkan sterofoam. Minyak atsiri diisolasi dengan metode distilasi dan dekantasi, kemudian dilakukan penentuan kadar. Hasil pengamatan menunjukkan setiap 300 gram kulit jeruk sunkist menghasilkan destilat rata-rata sebanyak 5 mL (1,67% (v/b)). Kadar minyak atsiri kulit jeruk sunkist yang efektif untuk meluruhkan sterofoam adalah 25% dengan perbandingan minyak atsiri kulit jeruk sunkist : etanol : air adalah 1 : 1 : 2. Massa sterofoam maksimum yang dapat diluruhkan oleh 1 mL minyak atsiri tersebut berbeda-beda tergantung pada jenis sterofoam yang digunakan. Sterofoam yang paling banyak diluruhkan oleh kulit jeruk sunkist 25% adalah sterofoam papan pengumuman yaitu sebanyak 200 mg/mL. Minyak atsiri kulit jeruk sunkist dapat digunakan sebagai peluruh sterofoam alami.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 47-52 |


Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Benalu Mangga (Dendrophthoe petandra) Terhadap Mencit Swiss Webster
Diantika Luhuri Nurfaat
Abstrak

Benalu mangga (Dendrophthoe petandra L. Miq.) merupakan obat tradisional yang dapat berkembang menjadi obat herbal terstandar. Pembuktian secara ilmiah mengenai keamanannya penting untuk diketahui, salah satu caranya melalui uji toksisitas akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai toksisitas akut (LD50), tingkat keamanan ekstrak etanol herba benalu mangga, dan gejala klinis yang ditimbulkannya. Mencit dibagi dalam kelompok kontrol dan kelompok uji dengan lima variasi dosis (4, 8, 16, 32, 64 g/kg berat badan mencit) diberikan secara per oral. Hasil penelitian menggunakan metode analisis probit pada mencit jantan dan betina menunjukkan tingkat keamanan ekstrak etanol herba benalu mangga tidak toksik berdasarkan klasifikasi toksisitas Harmita dan Radji, yakni berada pada rentang dosis > 15 g/kg berat badan tikus. LD50 mencit jantan sebesar 34,28 g/kg berat badan atau setara dengan dosis 23,99 g/kg berat badan tikus, sedangkan pada mencit betina sebesar 22,41 g/kg berat badan atau setara dengan dosis 15,69 g/kg berat badan tikus. Hasil skrining farmakologi menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba benalu mangga menimbulkan pengaruh pada sistem saraf pusat yaitu menurunkan efek retablismen dan gelantung pada mencit jantan, serta memberikan efek katalepsi pada mencit betina.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 53-65 |


Formulasi Sampo Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis var. assamica)
Lia Suryati, Nyi Mekar Saptarini
Abstrak

Sampo digunakan untuk menghilangkan partikel yang tidak diinginkan, seperti minyak dan ketombe. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai sampo adalah teh hijau (Camellia sinensis var. assamica). Penelitian ini bertujuan membuat sampo ekstrak daun teh hijau yang stabil dan aman. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi, penapisan fitokimia, formulasi sampo, uji stabilitas fisik meliputi organoleptik, pH, bobot jenis, viskositas, dan uji iritasi. Sampo diformulasikan dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% ekstrak daun teh hijau dengan dan tanpa PEG-400. Ekstraksi menghasilkan rendemen sebesar 35%. Penapisan fitokimia menunjukkan simplisia dan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Sampo ekstrak daun teh hijau berwarna coklat muda yang homogen dengan rentang pH 5,2-7,0, bobot jenis sebesar 0,93-1,10 g/mL, viskositas 1230-3910 cps, tetapi menyebabkan mata merah pada kelinci.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 66-71 |


Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etilasetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis
Sukriani Kursia, Julianri Sari Lebang, Nursamsiar Nursamsiar
Abstrak

Berbagai penelitian membuktikan bahwa likopen dapat menurunkan resiko berbagai penyakit seperti gangguan kardiovaskular, diabetes,  hiperkolesterolemia dan kanker. Akan tetapi, likopen sangat mudah mengalami reaksi isomerisasi dan oksidasi selama proses pengolahan maupun penyimpanan karena memiliki banyak ikatan tak jenuh, sehingga aktivitasnya jadi menurun. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan stabilitas likopen dilakukan teknik mikroenkapsulasi. Tujuan dari penelitan ini adalah mengetahui pengaruh jenis penyalut terhadap stabilitas likopen hasil mikroenkapsulsi dengan metode spray dry. Jenis penyalut yang digunakan adalah Hidroksi propil β-siklodekstrin (M1) dan kombinasi Whey protein-Maltodekstrin (M2). Mikrokapsul yang diperoleh dievaluasi meliputi Efisiensi Enkapsulasi (EE), kandungan lembab dan sifat organolpetis, lalu dilanjutkan dengan pengujian stabilitas pada suhu kamar dengan dua kondisi yang berbeda yaitu  terpapar cahaya dan tidak terpapar cahaya. Hasil evaluasi menunjukan nilai EE untuk M1 dan M2 adalah 7,6 % dan 8,2 %, Kandungan lembab 5,4 % (M1) dan 5,09% (M2), dan semua formula menunjukan sifat organolpetis yang hampir sama yaitu berbentuk serbuk berwarna jingga dengan bau khas. Hasil uji stablitas menunjukan bahwa baik M1 maupun M2 tidak mengalami penurunan kadar selama 4 minggu penyimpanan pada tempat tidak terpapar cahaya, sedangkan pembanding dalam bentuk serbuk likopen bebas mengalami penurunan kadar sebesar 40,9%. Pada penyimpanan terpapar cahaya M1 dan M2 mengalami penurunan kadar masing masing sebesar 48,7% dan 43,37%, sedangkan pembanding 96,75%. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa kedua jenis penyalut tidak mempengaruhi stabilitas likopen dalam bentuk mikrokapsul.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 72-77 |