Rabu, September 26, 2018

Vol. 2, No. 3 (2015)

Indo. J. Phar. Scie. Tech. Vol. 2, No. 3, 75-111 (2015).
http://dx.doi.org/10.15416/ijpst.v2i3


Aktivitas Antikanker Pektin Kulit Buah Kakao Terhadap Jumlah Sel Goblet Kolon
Kinanthi P Rizki, Wahyu W Rochmah, Nandan G Cempaka, Sugi Hartono, Fifteen A Fajrin
Abstrak

Jumlah penderita kanker kolon yang tinggi mendorong penelitian akan pengobatan yang lebih efektif dan mengurangi efek samping dari pengobatan masa kini, salah satunya adalah dengan pengobatan secara herbal. Kulit buah kakao (Theobroma cacao) memiliki kandungan pektin yang diketahui dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antikanker kolon dari pektin kulit buah kakao (Theobroma cacao) pada tikus yang diinduksi dengan 7,12-dimethylbenzen(α)anthrasena (DMBA) dengan dosis 20 mg/kgBB. Tikus dikelompokkan menjadi empat kelompok yaitu kelompok I kontrol negatif, kelompok II pektin dosis 8 mg/kgBB, kelompok III pektin dosis12 mg/kgBB, dan kelompok IV pektin dosis 16 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan dosis uji tertinggi, yaitu 16 mg/kgBB memberikan aktivitas terbaik dalam memulihkan kembali sel goblet yang rusak akibat induksi dari senyawa karsinogen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pektin kulit buah kakao (Theobroma cacao) memiliki potensi aktivitas antikanker kolon pada dosis uji.

[collapse]

| Full HTML | PDF | 75-82 |


Inulin dari Akar Jombang (Taraxacum officinale Webb.) sebagai Prebiotik dalam Yoghurt Sinbiotik
Wiwiek Indriyanti, Rizki Desvianto, Sulistiyaningsih, Ida Musfiroh
Abstrak

Jombang (Taraxacum officinale Webb.) dikenal dengan taraksakum (Jawa), dandelion (Inggris), pu gong ying (China), mempunyai kandungan inulin pada akarnya. Inulin merupakan polimer dari monomer-monomer fruktosa yang dapat berfungsi sebagai prebiotik. Untuk lebih mengetahui manfaat inulin dari akar jombang sebagai prebiotik dan mengaplikasikannya dalam yoghurt sinbiotik.  Tahapan penelitian meliputi ekstraksi inulin dari akar jombang, identifikasi inulin, uji aktivitas prebiotik, pembuatan bibit yoghurt, fermentasi yoghurt sinbiotik, dan uji analisis yoghurt. Ekstraksi inulin dilakukan dengan cara pengendapan menggunakan campuran etanol-air dan pemucatan dengan karbon aktif, diperoleh rendemen serbuk inulin sebesar 5,12%. Uji aktivitas prebiotik secara in vitro terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri Lactobacillus burgaricus dan Bifidobacterium bifidum. Serbuk inulin dari akar jombang dengan konsentrasi 0, 3, 5, dan 7% dapat meningkatkan jumlah bakteri asam laktat dalam yoghurt sinbiotik masing-masing memberikan viabilitas sebesar 1,7; 3,65; 4,55; dan 7,2 cfu/mL (x108).

[collapse]

| Full HTMLPDF | 83-89 |


Formulasi Masker Gel Peel-Off Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn.)
Sani E Priani, Irma Irawati, Gita C. E. Darma
Abstrak

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn.) mengandung senyawa xanton yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Fraksi Etil Asetat Kulit Buah Manggis (FEAKBM) memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dibandingkan fraksi air dan n-heksan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan mengarakterisasi sediaan masker gel peel-off mengandung FEAKBM. Masker gel peel-off diformulasi menggunakan Polivinil Alkohol (PVA) dan Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC) sebagai gelling agent. Uji aktivitas antioksidan dari fraksi dan sediaan dilakukan secara in-vitro dengan uji peredaman DPPH. Terhadap sediaan dilakukan evaluasi pH, viskositas, daya sebar, dan waktu mengering. Fraksi etil asetat kulit buah manggis memiliki aktivitas antioksidan sangat tinggi dengan nilai IC50 19,240 µg/mL. Formula optimum basis masker gel mengandung PVA 14% dan HPMC 1%. Sediaan masker gel peel-off  stabil berdasarkan uji stabilitas fisik pada suhu 40 oC selama 28 hari penyimpanan. Sediaan masker gel peel-off mengandung FEAKBM 1% memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai persen inhibisi 53,57±0,591.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 90-95 |


Optimasi Kondisi Pemisahan Glibenklamid Kombinasi Metformin dalam Plasma Darah Menggunakan KCKT
Astri Rohayati, Aliya N Hasanah, Nyi M Saptarini, Anisa D Aryanti
Abstrak

Glibenklamid merupakan obat antidiabetika golongan sulfonilurea yang umumnya dianalisis dengan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), kromatografi cair-spektrometri massa, elektroforesis kapiler dan spektrofotometri ultraviolet-visibel. Analisis menggunakan instrumen membutuhkan pretreatment sampel, diantaranya dengan ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat atau Solid Phase Extraction (SPE). Salah satu kekurangan SPE yaitu selektivitas metode ini tergantung dari pemilihan penjerap yang didasarkan pada kemampuannya berikatan dengan analit. Kekurangan SPE tersebut diperbaiki dengan teknik Molecularly Imprinted Polymer (MIP). SPE-MIP glibenklamid telah dibuat dengan menggunakan monomer fungsional, asam metakrilat (MAA). Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk optimasi kondisi pemisahan glibenklamid menggunakan SPE-MIP dengan monomer asam metakrilat yang telah dibuat pada penelitian sebelumnya. Penelitian dilakukan melalui tahapan penyiapan alat dan bahan, optimasi kondisi dan uji kesesuaian sistem KCKT, optimasi kondisi ekstraksi, validasi metode analisis, serta analisis data statistik. Hasil analisis glibenklamid kombinasi metformin yang dipreparasi dengan SPE-MIP monomer asam metakrilat memberikan hasil yang memenuhi persyaratan seperti analisis glibenklamid kombinasi metformin yang dipreparasi dengan SPE C-18. SPE C-18 dan SPE-MIP MAA berbeda nyata dalam memperoleh kondisi optimum ekstraksi glibenklamid.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 96-104 |


Analisis Timbal dalam Kerang Hijau, Kerang Bulu, dan Sedimen di Teluk Jakarta
Emma Emawati, Rahmad Aprianto, Ida Musfiroh
Abstrak

Timbal merupakan logam berat yang dihasilkan dari limbah industri dan ditemukan dalam perairan. Timbal dalam jumlah kecil tidak berbahaya bagi manusia namun jika jumlahnya melampaui batas dapat menyebabkan keracunan akut maupun kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat timbal dalam kerang hijau, kerang bulu, dan sedimen di perairan Teluk Jakarta. Metode yang digunakan adalah Spektrofotometri Serapan Atom, meliputi validasi metode analisis yang terdiri atas penetapan linieritas, batas deteksi dan batas kuantitasi, akurasi dan presisi, serta analisis kadar timbal pada sampel. Hasil  penelitian  menunjukkan nilai linieritas 0,9971, batas deteksi 0,04 µg/g, batas kuantitasi 0,14 µg/g, akurasi untuk sampel kerang dan sedimen berturut-turut adalah 99,66% dan 87,64%, nilai koefeisen variasi untuk sampel kerang dan sedimen berturut-turut adalah 0,64% dan 1,07%. Hasil analisis kadar timbal dalam kerang hijau adalah 13,98±1,924 µg/g, kerang bulu adalah 33,64±4,66 µg/g, dan sedimen adalah 28,6720±1,06 µg/g. Hasil analisis kadar timbal dalam sampel menunjukkan bahwa kandungan timbal berada di atas ambang batas yang ditetapkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan No.HK.00.06.1.52.4011 yaitu 1,5 µg/g.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 105-111 |