Rabu, September 26, 2018

Vol. 1, No. 1 (2014)

Indo. J. Phar. Scie. Tech. Vol. 1, No. 1, 1-31 (2014).
http://dx.doi.org/10.15416/ijpst.v1i1


Formulasi Granul Effervescent Sari Kering Lidah Buaya sebagai Makanan Tambahan
Muthmaina Wijayati, Nyi Mekar Saptarini, Irma Erika Herawati
Abstrak

Lidah buaya (Aloe vera L.) memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, tetapi rasanya pahit sehingga jarang dikonsumsi langsung. Rasa pahit ini diatasi dengan cara dibuat sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan granul effervescent sari kering lidah buaya sebagai makanan tambahan. Tahapan penelitian meliputi pembuatan sari kering, penapisan fitokimia, formulasi sediaan granul effervescent, uji kualitas, dan uji kesukaan granul effervescent. Hasil freeze drying berupa sari kering sebesar 7,57%. Penapisan fitokimia menunjukkan adanya kuinon, flavonoid, dan saponin. Granul effervescent diformulasikan dengan konsentrasi sari kering 20% (F1), 25% (F2), dan 30% (F3). Hasil uji kualitas granul menunjukkan bahwa granul effervescent yang dibuat memenuhi persyaratan yang baik dengan kadar air sebesar 0,20-0,21%; kerapatan curah 0,534-0,5384 g/mL; kerapatan mampat 0,6154-0,6178 g/mL dengan indeks Carr 13,29±0,025%; kecepatan alir 9,61-9,71 g/s; sudut istirahat 27,15-27,79o; pH 5,82-5,8; serta F1 sebagai formula yang paling disukai.

[collapse]

| Full HTML | PDF | 1-6 |


Simulasi Docking Molekuler Senyawa Xanthorrhizol sebagai Antiinflamasi terhadap Enzim COX-1 dan COX-2
Deden Indra Dinata, Hardhi Suryatno, Ida Musfiroh, Shelvy E Suherman
Abstrak

Enzim yang memengaruhi proses inflamasi, yaitu enzim COX-1 dan COX-2, berfungsi dalam pembentukan prostaglandin untuk pembentukan inflamasi. Xanthorrhizol mempunyai efek antiinflamasi sehingga dilakukan uji simulasi docking xanthorrizol terhadap enzim COX-1 dan COX-2. Penelitian dilakukan untuk mengetahui interaksi senyawa xanthorrhizol yang berasal dari tanaman temulawak (Curcuma xanthorriza) dengan sisi aktif enzim COX-1 dan COX-2. Proses docking senyawa tersebut dengan software Autodock 3.0. Hasil docking molekuler antara xanthorrhizol dengan COX-1 yaitu atom O pada xanthorrhizol berinteraksi dengan Arg120 dan Tyr355, interaksi xanthorrhizol dengan COX-2 yaitu gugus OH dari xanthorrhizol berinteraksi dengan asam amino Gln178 dan Leu338. Leu338 merupakan salah satu asam amino spesifik pada kantung ikatan COX-2. Hasil penelitian menunjukkan xanthorrhizol dapat berinteraksi dengan sisi aktif enzim COX-1 dan COX-2, memiliki afinitas yang lebih tinggi untuk berikatan pada sisi aktif COX-2 dibandingkan pada COX-1.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 7-13 |


Formulasi dan Evaluasi Mikroemulsi Antikerut Ekstrak Beras Hitam (Oryza sativa L.)
Ardian Baitariza, Sasanti Tarini Darijanto, Jessie Sofia Pamudjie, Irda Fidrianny, Shelvi E. Suherman
Abstrak

Radikal bebas dalam tubuh dapat memicu terjadinya kerut. Salah satu upaya mengatasi kerut adalah dengan antioksidan. Beras hitam telah terbukti memiliki efek antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan sediaan mikroemulsi ekstrak beras hitam yang stabil dan memiliki efek antikerut. Penelitian dimulai dengan melakukan uji daya antioksidan ekstrak beras hitam secara in vitro terhadap DPPH. Kemudian dilakukan optimasi terhadap basis sediaan mikroemulsi. Basis yang optimal lalu diformulasikan dengan ekstrak beras hitam. Terhadap sediaan mikroemulsi ekstrak beras hitam dilakukan uji stabilitas fisika kimia dan uji efek antikerut. Hasil menunjukkan bahwa formula mikroemulsi ekstrak beras hitam yang stabil memiliki komposisi ekstrak beras hitam 4%, VCO 28,8%, Croduret-50-SS 28,8%, gliserin 28,8%, dan dapar sitrat fosfat pH 3,0 9,6%. Efektivitas antikerut ekstrak beras hitam dalam sediaan mikroemulsi lebih besar daripada dalam sediaan emulsi. Penurunan rata-rata level kerut oleh mikroemulsi ekstrak beras hitam adalah 44,46%±19,7%, sedangkan oleh emulsi ekstrak beras hitam adalah 36,6%±19,5%.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 14-19 |


Pemanfaatan Tanaman Eceng-Ecengan (Ponteridaceae) sebagai Agen Fitoremediasi dalam Pengolahan Limbah Krom
Yola Desnera Putri, Holis Abdul Holik, Ida Musfiroh, Anisa D. Aryanti
Abstrak

Permasalahan pencemaran air yang disebabkan oleh limbah krom industri penyamakan kulit di kawasan Sukaregang, Kabupaten Garut perlu diolah dengan teknik fitoremediasi dengan tanaman dari keluarga Ponteridaceae. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui kadar penyerapan tanaman eceng-ecengan dan menentukan eceng mana yang paling efektif menyerap krom. Penelitian ini dilakukan dengan tahap pengumpulan bahan dan determinasi tanaman eceng-ecengan, pengolahan limbah dengan fitoremediasi selama 21 hari, dan analisis kadar krom dengan spektrofotometer serapan atom. Kapasitas penyerapan Eichhornia crassipes Solm., Heteranthera peduncularis, dan Monochoria vaginalis adalah 1,5395; 0,5728; dan 0,1057 µg/g. Berdasarkan uji Duncan, disimpulkan bahwa Eichhornia crassipes Solm. merupakan tanaman eceng paling efektif yang memiliki kemampuan paling tinggi dalam menyerap logam krom limbah penyamakan kulit.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 20-25 |


Formulasi dan Evaluasi Tablet Alprazolam 1 mg
Yuti Mutiawati, Taofik Rusdiana, Fitrileni -, Anis Khorunisa
Abstrak

Alprazolam merupakan obat golongan benzodiazepine yang digunakan untuk menangani gangguan anxietas jangka pendek, pengobatan gangguan kepanikan, dengan atau tanpa agographobia. Beberapa faktor dapat berpengaruh dalam kecepatan melarut obat dari sediaan tablet, yang berdampak pada ketersediaan hayatinya, antara lain ukuran kristal zat aktif, mekanisme dan kecepatan hancurnya tablet, metode granulasi, jenis dan jumlah penggranul, jenis, jumlah dan metode inkorporasi zat penghancur dan pelincir, proses dan formulasinya. Tujuan dari penelitian adalah menyiapkan dan mengevaluasi tablet alprazolam 1 mg, dengan metode granulasi basah, bahan pembantu yang digunakan  adalah amilum maydis dan laktosa sebagai pengisi,  Natrium lauril sulfat sebagai pengikat kelarutan, sodium starch glycolat sebagai penghancur, eritrosin CI 45430 sebagai pewarna, polivinil pirolidon K 30 sebagai pengikat dengan variasi konsentrasi, etanol 95% sebagai pembasah, talkum, silikon dioksida koloidal, dan magnesium stearat sebagai pelincir dan antilengket, pemeriksaan yang dilakukan terhadap massa granul: kadar air, waktu alir, sudut istirahat, kompresibilitas, distribusi ukuran partikel, dan dilakukan pemeriksaan sediaan tablet dan terhadap formula yang dipilih dilakukan uji disolusi terbanding dan uji bioekivalensi dibandingkan  terhadap tablet innovator alprazolam 1 mg, dengan hasil memenuhi persyaratan.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 26-31 |