Sabtu, September 23, 2017

Terbitan Terkini

Indo. J. Phar. Scie. Tech. Vol. 4, No. 1, 1-41 (2017).
https://doi.org/10.15416/ijpst.v4i1

 


Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dari Lima Tanaman Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis Dengan Metode Mikrodilusi M7 – A6CLSI
Shendi Suryana, Yen Yen Ade Nuraeni, Tina Rostinawati
Abstrak

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun Leucaena leucocephala, Camellia sinensis, Psidium guajava L, Anredera cordifolia (Ten.) Steenis dan Solanum nigrum L. terhadap Staphylococcus epidermidis menggunakan metode mikrodilusi. Sebagai pembanding digunakan antibiotik tetrasiklin HCl, kloramfenikol dan amoksisilin. Ekstrak etanol Leucaena leucocephalaCamellia sinensisdan Psidium guajava L memiliki aktivitas sebagai antibakteri, sedangkan ekstrak etanol uji lainnya memiliki aktivitas antibakteri yang tidak signifikan. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak etanol Leucaena leucocephala terhadap Staphylococcus epidermidis adalah 62,5 µg/ml. Nilai Konsentrasi Bakterisidal Minimum (KBM) ekstrak etanol Camellia sinensis dan Psidium guajava L adalah 125 µg/ml.

[collapse]

| Full HTML | PDF | 1-9 |


Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya Tongkol dan Rambut Jagung Zea Mays
Herni Kusriani, Lia Marliani, Erlina Apriliani
Abstrak

Pemanfaatan limbah dari jagung masih sering digunakan sebagai pakan ternak, sedangkan pemanfaatan kandungan komponen didalamnya masih sangat terbatas. Senyawa fenol paling banyak berperan dalam aktivitas antioksidan dan tabir surya. Sampel tongkol dan rambut jagung diduga berpotensi sebagai sumber antioksidan dan tabir surya alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tabir surya dari ekstrak dan fraksi tongkol dan rambut jagung serta kadar fenol totalnya. Tongkol dan rambut jagung dimaserari menggunakan pelarut etanol 96% (3×24 jam) pada suhu ruangan, kemudian untuk menghasilkan ekstrak pekat  pelarutnya diuapkan pada suhu dibawah 500C dengan tekanan. Rambut jagung sebagai ekstrak yang paling aktif dipartisi dengan nHeksan dan metanol: air (3:1) dilanjutkan dengan etil asetat untuk kemudian mendapatkan 3 fraksi uji yaitu fraksi metanol air, fraksi nHeksan dan fraksi etil asetat Ketiga fraksi kemudian diuji aktivitas antioksidan, tabir surya dan kadar fenolik total. Uji aktivitas antioksidan  dilakukan dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas 1,1 Difenil-1-Pikrihidrazil (DPPH) dan uji aktivitas tabir surya dengan penentuan nilai sun protected farctor (SPF) dengan spektrofotometri yang diukur pada λ 290-320nm. Penetapan kadar fenol total diukur dengan metode kolorimetri menggunakan reagen Folin Ciocalteu dan diukur dengan spektrofotometri pada λ 765nm. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dan tabir surya yang terbaik ditunjukkan fraksi etil asetat rambut jagung dengan nilai IC50 sebesar 45,18 μg/mL dan nilai SPF  sebesar 23,943 serta kadar fenol totalnya sebesar 106,010 mg/G ± 0,431. Fraksi etil asetat rambut jagung memiliki aktivitas antioksidan, tabir surya, dan kadar fenol yang lebih tinggi dari yang lainnya.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 10-17 |


DISSOLUTION OF SOLID DISPERSION PIROXICAM-PEG 6000 CAPSULES DURING STORAGE
Annas Binarjo, Husnul Khotimah
Abstrak

Piroxicam is a small dose drug (10-20 mg/day) and include to the BCS class II, which is a poor water-soluble drug and thus the bioavailability is limited by dissolution. Solid dispersion using polyethilenglycol can be used to improve the dissolution rate of piroxicam. This research was purposed to determine the effect of the formation of solid dispersions of piroxicam-polyethylenglycol 6000 on the dissolution rate of piroxicam capsules during storage for 1 month. The piroxicam recrystal (R) and solid dispersion of piroxicam-PEG 6000 (DP) were prepared by solvent method using acetone-ethanol (1:1), these two bulk and unmodified piroxicam (P) as control than be capsulated.  These three piroxicam capsules were stored for 4 weeks and their dissolution were tested every week.  DE60, C45, and t80 were calculated and used as dissolution parameters.  The slope of the plot of these dissolution parameters as a function of time storage was used as a stability indicator. The result show that P and DP capsules have a constan DE60, C45, and t80 during storage (the slope = 0 in 95% confidance level), also the data of t80 of R capsule. DE60 and C45 of R capsule is going lower during the storage with the slope of -0,636 %/day and -0,171 mg/hari. It can be concluded that solid dispersions of piroxicam-polyethyleneglycol 6000 prepared by solvent method using acetone-ethanol (1:1) show the stable dissolution profiles during storage for 1 month.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 18-26 |


Ekspresi Prethrombin-2 Manusia Recombinan dalam Pichia pastoris dan Optimasi Kondisi Ekspresinya
Shabarni Gaffar, Purba Upay, Iman Permana Maksum, Khomaini Hasan, Toto Subroto, Sutarya Enus, Soetijoso Soemitro
Abstrak

Pretrombin merupakan prekursor dari trombin yang memiliki aktivitas proteolitik. Trombin merubah fibrinogen menjadi benang fibrin yang salah satu aplikasinya adalah dapat digunakan sebagai lem untuk menggantikan teknik jahitan pasca bedah. Aplikasi trombin untuk pembuatan lem fibrin menuntut diproduksinya trombin rekombinan. Tujuan dari penelitian ini adalah ekspresi gen pretrombin-2 (PT2) manusia rekombinan menggunakan system ekspresi Pichia pastoris. Gen pengode PT2 dirancang sesuai dengan kodon preferensi Ppastoris. Fragmen PT2 diamplifikasi dengan metoda PCR dengan penambahan sisi restriksi EcoR1 pada ujung 5’ dan sisi restriksi SacII pada ujung 3’. Produk PCR yang berukuran 924 pb diligasi dengan vektor ekspresi pPICZaB untuk P. pastoris dan di sub kloning dalam Escherichia coli. Urutan nukleotida dikonfirmasi dengan metoda dideoxy Sanger. Plasmid rekombinan pPICZaB-PT2 kemudian digunakan untuk mentransformasi P. pastoris SMD1168 defisien protease dengan metoda elektroporasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen PT2 berhasil diamplifikasi dengan metoda PCR dan di kloning dalam E. coli. Analisis restriksi dan penentuan urutan DNA menunjukkan bahwa PT2 rekombinan 100% homologi dengan hasil rancangan. Transformasi P. pastoris SMD1168 dengan efisiensi tinggi berhasil dilakukan. Hasil ekspresi PT2 oleh P. pastoris menggunakan metanol sebagai inducer memperlihatkan bahwa PT2 dengan berat molekul 35 kDa berhasil diekspresikan. Optimasi kondisi ekspresi melalui variasi konsentrasi inducer dan sorbitol sebagai sumber karbon tambahan menunjukkan bahwa kondisi optimum ekspresi adalah 0,2% inducer dan 2% sorbitol.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 27-34 |


PENINGKATAN KELARUTAN DAN DISOLUSI GLIMEPIRID MELALUI METODE KOKRISTALISASI
Fitrianti Darusman, Sundani N Soewandhi, Rachmat Mauludin
Abstrak

Telah dilakukan kokristalisasi glimepirid (GMP) dengan asam oksalat (AO) menggunakan metode penggilingan dan pelarutan (menggunakan pelarut aseton). Diagram fase sistem biner GMP-AO digunakan untuk identifikasi awal pembentukan interaksi antar kedua komponen serta ditegaskan kembali dengan analisis mikroskopik menggunakan alat pemanas (hot stage) yang dihubungkan dengan mikroskop polarisasi. Padatan hasil kokristalisasi dikarakterisasi dengan metode analisis termal (Differential Scanning Calorymetry), difraktometri sinar-X serbuk (Powder X-Ray Diffraction), spektrofotometri inframerah (Fourier Transform-Infra Red) dan mikroskopi (Scanning Electron Microscope). Hasil identifikasi dan karakterisasi menunjukkan interaksi eutektik antara kedua fase kristalin GMP-AO dalam keadaan padat pada perbandingan molar 3:7, dengan titik eutektik pada temperatur 128,7°C. Selanjutnya, uji kelarutan dan laju disolusinya menggunakan pelarut/media dapar fosfat pH 7,4. Kelarutan dan laju disolusi GMP hasil kokristalisasi meningkat dibandingkan dengan campuran fisika dan senyawa tunggalnya.Kata kunci : glimepirid, kokristalisasi, eutektik, kelarutan dan laju disolusi.

[collapse]

| Full HTMLPDF | 34-41 |